Sumsel Baru: Sebuah Fatamorgana?

Sumsel Baru: Sebuah Fatamorgana?

Seperti apa Sumatera Selatan (Sumsel) yang baru? Singkat jawabannya: berbeda kondisinya dengan Sumsel yang lama. Ketika Sumsel lama banyak pemandangan kemiskinan di perkotaan, apapagi di pedesaan, maka Sumsel baru akan terkurangi secara signifikan. Ketika derap pembangunan Sumsel lama lebih terkonsentrasi di wilayah provinsi, maka Sumsel baru mengarah pada pemerataan kue pembangunannya, dalam kaitan infrastruktur jalan, sistem irigasi, penataan basis wilayah wisata dan lain-lain. Dan ketika Sumsel lama masih dijumpai potret gizi buruk atau kurang gizi, Sumsel baru mengharamkan terjadinya kembali panorama kesehatan yang memprihatinkan itu.

Tentu, masih banyak sektor yang menampak beda antara Sumsel baru jika diperbandingkan dengan Sumsel lama. Sebuah pertanyaan yang mendasar, apakah pasangan Aswari-Irwansyah yang menggemakan tagline Sumsel Baru akan mampu mewujudkannya?

Jawabannya bukan verbal (hanya bicara atau janji). Bagi Aswari-Irwansyah sudah pernah menunjukkan hasil pembangunannya. Bagi Aswari yang memimpin Lahat selama dua periode (2008 2018) sudah berhasil membuat Lahat jauh berbeda dibanding kepemimpinan sebelumnya. Masyarakat Lahat melihat dan merasakan langsung perubahan Lahat di bawah kepemimpinan Aswari Riva`i. Yang nampak nyata dan benar-benar dirasakan adalah pembangunan sarana jelan raya kabupaten hingga wilayah kedamatan dan pedesaan. Bahkan, status jalan provinsi yang menghubungan lintas jalan Kabupaten Lahat dengan kabupaten sekitar di Sumsel ini. Akses jalan yang lancar itu juga memudahkan sistem patroli untuk pengamanan dari status daerah rawan. Dan Lahat kini tidak lagi tercatat daerah rawan begal.

Diakui masyarakat Lahat, keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan telah membuat roda ekonomi berjalan. Sentra-sentra komoditas pertanian dapat terangkut ke sentra-sentra pasar dengan lancar, berbiaya lebih murah dibanding sebelumnya. Implikasinya, pendapatan petani menaik dan jadilah mereka sejahtera.

Perubahan yang terjadi Lahat yang membuatnya penilaian Lahat Baru juga bisa kita saksikan di wilayah Kota Pangkalpinang. Perubahan yang nampak nyata dari Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Irwansyah juga relatif tak terhitung jumlahnya. Perubahan itu dapat dirasakan dan disaksikan, terutama masyarakat Pangkalpinang terkait gaya kepemimpinannya di tengah birokrasi, penataan lingkungan, menciptakan iklim usaha dan masih banyak lagi. Pendek kata, Irwansyah telah berhasil menciptakan Kota Pangkalpinang berwajah baru dibanding sebelumnya. Keberhasilan itu bisa kita lihat pada sejumlah anugrah yang disematkan kepada pemimpin muda ini: Muhammad Irwansyah selaku Walikota Pangkalpinang.

Karya nyata itulah yang akan dilakukan jika pasangan Aswari-Irwansyah (ASRI) memimpin Sumsel. Karya nyata dapat itu dapat dijadikan rujukan sebagai kemampuan empirik, bukan teoritik semata apalagi janji. Karena itu dua tokoh calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel itu saat rumuskan Sumsel Baru bukanlah angan-angan yang fatamorgana, tapi sebuah impian yang dapat diwujudkan segera. Pengalaman dan energisitasnya yang prima akan menjadi modalitas utama yang sungguh-sungguh tak terbatas. Vitalitas ini pun diperkuat dengan idealismenya yang obsesif demi kesejahteraan rakyat Sumsel. Inilah keberpihakan yang akan mewujdukan cita-cita itu.

Tentu, keterwujudkannya tak lepas dari amanah yang diberikan mayoritas pemilih Sumsel. Suara mereka yang disalurkan ke pasangan Aswari-Irwansyah akan menjadi tiket untuk mewujudkan Sumsel yang diidam-idamkan seleruh masyarakat Sumsel. Pertanyaan yang mendasar, maukah masyarakat Sumsel perubahan besar sesuai dengan tagline Sumsel Baru? Jika ya jawabannya, maka pilihannya hanya satu: Aswari-Irwansyah, bukan yang lain. Kandidat yang lain tak lepas dari bayang-bayang unsur lama, yang tak bisa diharapkan kinerjanya untuk kepentingan daerah dan rakyat Sumsel.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: