Sumpah Pemuda; Saatnya yang Muda Harus Berani Tampil Terdepan

Sumpah Pemuda; Saatnya yang Muda Harus Berani Tampil Terdepan

Mengacu pada peristiwa sejarah dan peradaban Islam dan dunia, Allah – Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta, The king of kings for all over the world  – mempercayakan risalah Islam kepada sosok Muhammad yang jelas saat itu dalam usia muda: 40 tahun. “Hal ini menggambarkan posisi dan peran pemuda memang luar biasa. Dan memang, sejarah lain –  di abad klasik ataupun modern – pun membuktikan jati diri pemuda menjadi faktor dan aktor penting. Banyak panggung sejarah peradaban politik atau lainnya ditoreh pemuda. Semua itu tak lepas dari karakter dasar pemuda: energisitas, vitalitas, spirit patriotik dan sederet karakter yang menjadi pendorong kuat segudang keberhasilan dalam berbagai sektor kehidupan”, ujar Bupati Lahat, Aswari Riva`i di sela-sela kunjungan ke beberapa Ponpes beberapa hari lalu.

Kini – lanjut Aswari yang cukup lama memimpin organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Lahat ini – bagaimana pemuda mengambil sikap keteladanan Rasulullah dan atau sejumlah tokoh pemuda lainnya yang memang sukses dalam mengukir segudang prestasi. Tentu banyak bidang dalam panggung kehidupan ini. Masing-masing diri pemuda bisa menentukan pilihan, dalam jalur formal ataupun informal. Dalam wilayah keilmuan (dunia pendidikan) atau profesi lain. Dalam panggung birokrasi atau dunia kreatif. Mengambil posisi sebagai sang pemimpin atau unit pelaksana. Pilihan tak terbatas.

Sebagai pemuda – tegas calon kuat Gubernur Sumatera Selatan ini – dengan sejumlah karakter dasar yang integrated dengan jatidirinya – mereka berpeluang besar untuk menggapai sejumlah impian puncak. Untuk itu sudah selayaknya sang pemuda – demi cita-cita atau obsesinya – harus mempersiapkan diri. Bisa melalui lembaga pendidikan formal, terus mengasah kemampuan otak kiri sehingga terlahir karya-karya dan kinerja yang berbasiskan ilmu pengetahuan dan itulah urgensinya pendidikan yang siap mencerdaskan.

“Tak kalah pentingnya, mengasah kekuatan otak kanan yang siap lahirkan karya-karya kreatif terbaiknya yang berbasiskan keteguhan-kesabaran bereksperimen, mental baja yang harus dipelihara agar tak mudah menyerah. Dan satu lagi: perangai-perilaku yang dibungkus dengan akhlak terpuji (mahmudah) seperti kejujuran, sopan-santun, ramah. Inilah “resep” yang bakal menuntun pemuda menggapai puncak di bidangnya masing-masing. Inilah yang idealnya menjadi arah pemuda kini dan esok”, tegas Aswari yang dikenal sebagai Bupati gaul, supel dan membaur.

Bertepatan juga dengan hari ini, 28 Oktober 2017, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Selamat Hari Sumpah Pemuda, sudah saatnya untuk yang muda berani memimpin dan tampil terdepan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: