Salam Penuh Ta`dzim Seorang Aswari

Salam Penuh Ta`dzim Seorang Aswari

Selalu mencium tangan sembari membungkukkan badan, bahkan memeluk. Itulah kebiasaan seorang Aswari Riva`i, calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) saat menyalami siapapun, terutama kaum sepuh. Sebuah sikap yang penuh makna yang perlu kita terjemahkan lebih jauh.

Makna yang paling mendasar adalah sikap hormatnya yang demikian dalam kepada kaum sepuh. Aswari sangat menyadari, orang tua (apalagi terkategori sepuh) memang wajib dihormati, apapun posisinya, tak pandang strata sosial-ekonomi. Menghormati orang tua adalah ajaran mulia agama yang layak ditradisikan.

Mengapa Aswari melakukannya seperti itu? Secara biologis, mereka telah berjasa besar melahirkan putera-puterinya dan membesarkannya. Tanpa mereka, pasti tak ada generasi penerus. Kita harus bangga dengan kaum sepuh, karena peranannya telah memberikan kontribusi besar bagi kepentingan setiap individu, masyarakat bahkan bangsa dan negara. Dan fakta juga bicara, tak sedikit dari kaum sepuh karena situasi dan kondisi berjibaku untuk negeri.

Sekali lagi, bagaimanapun kondisinya, apalagi pernah berkiprah dalam catatan perjuangan untuk kepentingan bangsa dan negara, setidaknya dalam lingkup lokal, kaum sepuh wajib dihormati dengan penuh ta`dzim. Itulah cara Aswari memuliakan kaum sepuh yang telah berjasa dalam bidang apapun.

Kita bisa mencatat, kaum sepuh di mata Aswari layak ditempatkan di posisi tinggi. Karena itu, meski seorang Aswari beposisi sebagai pejabat publik (Bupati dan Insya Allah akan menjabat sebagai Gubernur Sumsel) tidak pernah merasa lebih tinggi ketika berhadapan dengan kaum sepuh, dari kaum bapak ataupun ibu.

Sikap itulah yang membuat Aswari ke manapun pergi dan di manapun berada selalu menyalami dengan mencium tangannya, membungkuk badannya bahkan memeluknya. Bagai orang tuanya sendiri. Dan seorang Aswari memposisikan diri sebagai sang anak.

Kebiasaan itu menyalami seperti itu bukanlah saat-saat ini saja, jelang pilkada karena ada maunya. Tapi, kebiasaan itu sudah menjadi kerpibadian seorang Aswari sehingga senantiasa mencium tangan seorang yang dinilai sepuh. Yang perlu kita catat, kebiasaan menghormati orang tua sedemikian rupa akan mendorong Aswari memformat kebiijakan yang pro kepentingan kaum sepuh dalam bentuk jaminan sosial atau apresiasi lainnya. Arahnya jelas: kaum sepuh akan senantiasa diperjuangkan hak-hak hidupnya, dari sisi kesehatan, jaminan sosial dan lainnya.

Tentu, kaum sepuh merindukan perlakuan khusus seperti yang dilakukan Aswari. Kepribadian seperti itu layak dipertahankan. Karena itu, kita perlu dorong bagaimana mengantarkan seorang Aswari dan pasangannya untuk memimpin Sumsel ke depan. Agar rasa hormatnya kepada kaum sepuh tetap terjaga dan Pemprov Sumsel terus merangkul mesra kaum sepuh itu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: