Program OK OCE KITO dan Sambutan Masyarakat Sumsel

Program OK OCE KITO dan Sambutan Masyarakat Sumsel

Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) begitu antusias menyambut program OK-OCE KITO yang ditawarkan pasangan Aswari-Irwansyah, kandidat Gubernur Wakil Gubernur Sumsel No. Urut 2 itu. Kita perlu menelusuri makna di balik program ekonomi dan antusias masyarakat Sumsel itu.

Program menciptakan pengusaha untuk setiap kecamatan itu harus kita catat sebagai upaya terencana dan sistimatis sekaligus komitmen Aswari-Irwansyah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel. Komitmen itu merupakan keterpanggilan sekaligus kewajiban moral selaku pemimpin. Kedua pemimpin ini memang terpanggil untuk menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik. Hal ini dinilai sebagai refleksi kehadiran kedua sosok pemimpin memang harus memberikan arti konstruktif bagi kepentingan masyarakat Sumsel.

Apalah artinya sang pemimpin jika hanya bicara adanya. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana dirinya memberikan sesuatu yang terbaik, yang selama ini dirindukan masyarakat. Inilah hakekat sang pemimpin. Kedua sosok pemimpin ini harus menyadari bahwa perubahan yang lebih baik dari sisi ekonomi atau lainnya adalah tuntutan hak asasi. Dan secara tugas dan fungsi, pemimpin memang harus mampu memfasilitasi proses dan upaya meningkatkan kesejahteraan, di samping kondisi lain yang lebih baik.

Kemauan politik sang pemimpin harus menjadi keterpanggilan mendasar. Dan membangun proses menjadi diri pengusaha cukup bermakna positif sebagai pijakan membangun fondasi. Jika kelak Aswari-Irwansyah sudah duduk sebagai Gubernu-Wakil Gubernur Sumsel, maka fondasi itu tinggal ditegakkan leih jauh. Karenanya, set up awal memberikan makna strategis dalam upaya mewujudkan cita-cita penyejahteraan masyarakat Sumsel. Inilah kesadaran sekaligus kebrilianan sang calon pemimpin Sumsel, yang memahami konsep stratregis pengembangan ekonomi, sekaligus pahami langkah konkretisasinya.

Kita saksikan, respons masyarakat Sumsel begitu antusias terhadap program OK OCE KITO itu. Ada beberapa hal yang dapat kita catat lebih jauh. Pertama, sebuah refleksi keinginan masyarakat Sumsel yang ingin berubah lebih baik, terutama sisi ekonomi dan atau kesejahteraan. Potret keinginan yang wajar dan manusiawi. Kedua, antusias itu juga merefleksikan kondisi obyektif masyarakat Sumsel yang mayoritas masih perlu ditingkatkan sisi ekonominya.

Karena itu antusias itu bisa terjemahkan juga sebagai reaksi psikologis atas kondisi sosial-ekonomi masyarakat Sumsel selama ini. Dan secara ekstrim, antusias itu juga merupakan reaksi (perlawanan atau pemberontakan) atas format kebijakan Sumsel selama ini yang relatif tidak mampu mengangkat posisi sosia-ekonomi masyarakat Sumsel. Ada kesan kuat pembiaran atas kondisi ekonomi yang ada (melorot). Minimal, tidak terjadi keberpihakan kuat bagaimana membenahi kondisi ekonomi rakyat Sumsel.

Mencermati makna implisit itu, maka kita bisa memahami aksi di balik antusias masyarakat Sumsel atas program OK OCE KITO itu. Karena itu, langkah Aswari-Irwansyah bisa dinilai terobosan brilian, di samping keterpanggilan pro kemanusiaan. Inilah protret pemimpin yang layak dipilih, bukan diabaikan. Pemilihannya menjadi krusial dalam kaitan program lanjutan untuk misi realisasi atas pembinaan awal program OK OCE KITO itu. Selamat menentukan pilihan di hari pilkada nanti.

 

(Penulis: Agus Wahid, Analis sosial-Ekonomi dari Cyber House Indonesia)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: