Perkemi, Aswari dan Dunia Olah Raga Sumsel

Perkemi, Aswari dan Dunia Olah Raga Sumsel

Aswari terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persaudaraan Shoronji Kempo Indonesia (PERKEMI). Dan keterpilihannya tentu cukup berdasar: seorang Aswari telah memberikan dedikasi terbaiknya pada dunia olah raga Kempo. Dan kemarin, sang Ketua baru PERKEMI melantik sejumlah pengurusnya. Terbentuklah legalitas-formal kepengurusan PERKEMI itu.

Yang perlu kita catat lebih jauh, bagaimana perkembangan olah raga keras (Kempo) di bawah kepemimpinan Aswari? Dan lebih dari itu, bagaimana implikasinya bagi perkembangan dunia olah raga pada umumnya, terutama di tengah Sumatera Selatan (Sumsel)?

Sebagai serorang yang telah terbukti dedikasinya, maka hanya satu kata jawabannya: seorang Aswari akan meberikan karya terbaiknya bagi kepentingan olah raga Kempo di Tanah Air. Sebagai atlet yang telah dan pernah mengantarkan namanya ke berbagai panggung nasional, regional bahkan internasional, maka rasa terima kasihnya direfleksikan dengan keseriusan membangun olah raga Kempo. Komitmennya akan ditunjang dengan kekuatan pengaruhnya di jajaran pemerintahan. Karena itu, di depan mata, kita akan saksikan derap perkembangan Kempo yang sangat mungkin begitu menonjol dibanding kondisi sebelumnya.

Hampir dapat dipastikan, perkembangannya akan jauh lebih fantastik jika dalam sisi lain, seorang Aswari diberi amanah sebagai Gubernur Sumsel. Hal ini sejalan dengan pengaruh dan kekuasaannya akan diterapkan dalam bentuk perhatian khusus. Semua itu akan terfasilitasi dalam bentuk anggaran pengambangan dan pembinaan olah raga Kempo. Di sanalah Sumsel akan terlihat sebagai daerah yang akan menyuguhkan atlet-atlet terbaiknya bagi kepentingan daerah dan nasional. Bukanlah tak mungkin, Sumsel akan dominan dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi dalam berbagai kancah turnamen Kempo.

Meski demikian, sebagai Ketua Umum PERKEMI, tentu tidak hanya daerah Sumsel yang akan digenjot. Seluruh daerah yang berpotensi lahirkan atlet Kempo juga akan mendapat perharian serius. Maka, sebagai bentuk pertanggungjawaban nasional, Aswari akan dituntut keterpanggilannya untuk melahirkan Aswari-Aswari baru yang siap mengukir prestasi.

Sebuah refleksi penting yang perlu dicatat bagi masyarakat Sumsel adalah ketergerakannya untuk mengembangkan sekaligus membina dunia olah raga pada umumnya. Berangkat dari keterpanggilan untuk Kempo, berlanjut ke cabang olah raga lainnya. Inilah korelasi positif sejalan dengan pagelaran Sie Games dimana Palembang menjadi ajang kontestasi itu, di samping Jakarta.

Jika Aswari tercatat mendapat amanah untuk memimpin Sumsel, maka perhatian khusus terhadap Kempo akan mendorong dirinya untuk memperhatikan juga secara serius terhadap prestasi para atlet dari berbagai cabang olah raga yang akan dipertandingkan. Inilah makna mendasar dari pelantikan PERKEMI yang akan berbuah manis juga pada cabang-cabang olah raga lainnya. Itu berarti akan terjadi nasib baik bagi para atletnya.

Dengan perhatian khusus seperti itu, maka para atlet dari cabang olah raga apapun sudah seharusnya hanya satu opsi pilihannya: pasangan Aswari-Irwansya itulah yang harus dipilih untuk memimpin Sumsel. Atas nama kepentingan diri atlet dan perkembangan olah raga di tengah Sumsel, maka opsi memilih Aswari-Irwansyah menjadi kebutuhan mendesak. Juga, bagi seluruh masyarakat Sumsel yang menentukan pilihan politiknya hanya pada pasangan No. Urut 2. Kebersamaan atlet dan masyarakat luas akan membawa harum nama Sumsel dalam kancah nasional. Dan itu karena peran dunia olah raga yang wow di bawah kepemimpinan Aswari. Selamat memilih dan jangan salah pilih. Ingat, ingat…!!!

 

(Penulis: Agus Wahid, Analis Sosial dan Ekonomi Cyber House Indonesia)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: