Pemimpin dan Keteladanan

Pemimpin dan Keteladanan

Dalam beberapa kesempatan, Aswari Riva`i – calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan, “Kata kunci keberhasilan seorang pemimpin adalah keteladanan. Ia harus memberikan teladan bagi rakyatnya, dalam perilaku (akhlak), pola pikir bahkan gaya hidup. Itulah yang akan membuat rakyat atau siapapun yang dipimpin akan menghormati, bahkan tiunduk kepada pemimpinnya.”

Pernyataan Aswari – perlu kita garis bawahi – sungguh tepat dan relevan untuk model kepemimpinan saat ini. Jika kita tengok sejarah Rasulullah sekitar 15 abad lalu, keberhasilan Nabi terakhir ini karena keteladanan terbaiknya (uswatun hasanah). Akhlaknya yang luar biasa terpujinya dari berbagai sisi membuat sebagian masyarakat Arab yang didakwahi saat itu langsung membenarkan, tanpa ragu sedikitpun. Implikasinya, risalah yang disampaikan Muhammad SAW berjalan efektif, meski melalui proses dan waktu.

Mengacu pada keberhasilan Rasulullah itu, maka sang pemimpin memang harus memberikan keteladanan, saat di kantor, ataupun di luar, bahkan di manapun berada, termasuk misalnya berada di luar negeri. Zaman now yang sangat teknologis itu akan membuat apapun yang dilakukan sang pemimpin pasti akan cepat tersiar ke tengah publik.

Jadi, jika kita sudah dinobatkan sebagai pemimpin, maka jangan coba-coba memberikan contoh yang tidak baik. Jika itu terjadi, pasti rakyat tak akan hormat. Implikasinya, apapun yang dibuat sang pemimpin – sekalipun itu baik bagikepentingan rakyat – belum tentu rakyat mentaati aturannya.

Dengan demikian, tak ada pilihan bagi sang pemimpin kecuali dirinya harus memberikan keteladanan yang terbaik. Dan itulah yang dilakukan Aswari saat memimpin Kabupaten Lahat selama dua periode (2008 – 2018). Hal itu pula yang memmbuat sosok Aswari begitu dielu-elukan oleh rakyatnya. Hal itu terlihat jelas saat pamitan kepada seluruh jajaran Pemda Lahat dan masyarakat lainnya. Keteladanan terbaiknya membuat mereka seperti tak rela melepaskan seorang Aswari dari Lahat.

Pendek kata, model dan prinsip kepemimpinan seorang Aswari membuat rakyat akan mendambakannya. Ini berarti, sungguh penting maknanya bagi masyarakat Sumsel yang kini sedang mencari pemimpinnya (Gubernur – Wakil Gubernur).

Dengan bukti keteladanan Aswari saat memimpin Lahat, maka sejatinya Sumsel membutuhkan keteladannya. Semua itu untuk kejayaan Sumsel ke depan: maju daerahnya, meningkat pendidikannya dan kesejahteraannya. Itulah pengaruh besar keteladanan dalam urusan kepemimpinan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: