NU di Mata Aswari Riva’i

NU di Mata Aswari Riva'i

Bukan informasi baru. Itulah keberadaan organisasi sosial-keagamaan Nahdhatul Ulama yang memang eksis di berbagai belahan Nusantara ini. Hal itu tak lepas dari kiprahnya yang memang memberikan kontribusi besar bagi kepentingan bangsa dan negara, dalam dunia pendidikan keagamaan atau lainnya, bahkan dalam panggung politik dan kekuasaan. Itulah catatan historis faktual yang tak bisa dipungkiri.

Sejalan dengan milad NU yang ke 92 itu, Aswari punya banyak catatan terhadap kiprah dan perjalanan ormas sosial-keagamaan yang cukup berpengaruh di Tanah Air ini. Di mata Aswari, NU telah memberikan sesuatu yang nayata bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang beragamaan. Ajaran keagamaan yang disampaikan oleh kaum ulama atau ustadz dari unsur NU banyak diikuti masyarakat. Dakwah mereka menjadi masyarakat tumbuh kepribadian dan perilaku agamis, setidaknya, bersendi agama.

Memang masih banyak juga ormas sosial-keagamaan yang non NU ikut memberikan dakwah pencerahan untuk kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan. Namun, untuk wilayah Sumatera Seletan (Sumsel) khususnya, kiprah dan peran NU memang cukup besar.

Karena itu Aswari sangat menghormati dan menjujung tinggi peran organisasi sosial-keagamaan, juga para ulama dan ustadz yang bernaung dalam organisasi berbintang sembilan ini.

Sebagai wujud rasa hormat dan menjunjung tinggi, Aswari saat menjabat Gubernur Sumsel nanti merasa perlu untuk merancang sejumlah program kemitraan strategis, terutama dalam membangun kehidupan beragama dan bertata-krama sosial yang baik. Bahkan, diperlukan juga pengembangan kerjasama ekonomi yang akan berbuah manis, yakni kesejahteraan. Sejalan dengan masyarakat muslim Sumsel lebih dominan dari keluarga NU, maka program pemberdayaan ekonominya layak dikerjasamakan dengan anasir NU yang mayoritas ada di tengah masyarakat Sumsel itu.

Langkah itu bukanlah berarti mengabaikan unsur non NU. Bagi Aswari, seluruh pihak perlu dibangun kerjasama ekonomi yang arahnya adalah peningkatan kesejahteraan. Dan langkah ini merupakan komitmen dan tekad keberdayaan ekonomi masyarakat. Cita-cita Sumsel sejahtera bukan sekedar angan-angan, tapi tekad jika dirinya dipercaya sebagai pemimpin Sumsel. Tekad inilah yang perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Hal ini karena kemanfaatannya jelas: untuk kebangkitan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: