Model Musrenbang Terbaik Pangkalpinang: Saatnya Untuk Sumsel Emas

Model Musrenbang Terbaik Pangkalpinang: Saatnya Untuk Sumsel Emas

Muhammad Irwansyah memang cukup fenomenal. Bagaimana tidak? Dalam usia cukup belia (30 tahun) sudah menaiki posisi pemerintahan cukup cemerlang: sebagai Walikota Panggalpinang, per tahun 2013. Reputasinya pun cukup cemerlang. Di bawah kepemimpinannya, Kota Pangkalpinang mencapai banyak kemajuan fisik, di samping nonfisik.

Gaya kepemimpinan Irwansyah memang beda dibanding pendahulunya. Sebagai anak muda, kebiasaannya yang suka bergaul dengan berbagai lapisan tetap dipertahankan. Baginya, bergaul dengan semua lapisan, termasuk dengan kalangan muda, adalah situasi yang bukan hanya menyenangkan, tapi sunggguh bemanfaat bagi kepentingan pengelolaan pemerintahan, tutur sejumlah tokoh Pangkalpinang yang enggan disebut namanya.

Gaya komunikasinya yang santai tapi berisi itu lanjutnya membuat banyak komponen masyarakat Pangkalpinang merasa adanya Pemerintah yang selalu hadir di tengah arena publik. Dan kehadirannya memang tidak sekali atau dua kali, yang terkategori jarang. Justru, sejak beliau terpilih sebagai Walikota Pangkalpinang, agenda turun ke bawah (turba) sangat sering dilakukan.

“Bagi saya, kegiatan turba sesungguhnya bagian dari kerja pemerintahan. Dengan turba, saya melihat dan mendengar langsung apa yang terjadi dan atau dikehendaki masyarakat,” ujar Irwansyah saat ditanya wartawan sembari menambahkan, apa yang dilihat dan atau didengar merupakan data obyektif yang harus direspons. Bisa cepat karena sifat kedaruratannya atau direschedule berdasarkan skala prioritas.

Satu hal yang cukup penting untuk digaris-bawahi, lanjut Irwansyah, sejumlah data yang diperoleh dari lapangan langsung bisa diinventarisasi sebagai bahan utama masukan. Sejumlah data ini kian memperkaya sejalan dengan kegiatan musrenbang Pemkot dalam kerangka menyusun program tahunan. Pembahasan para peserta musrenbang atas dasar usulan yang disampaikan langsung oleh peserta, di sisi lain, tercatat sejumlah data yang diperoleh saat turba, semua itu kian menguatkan kualitas musrenbang.

“Saya hadir tak ubahnya sebagai moderator. Memimpin arus pembicaraan musrenbang, di samping tetap mengarahkan situasi rembug pemikiran itu. Dan saya sadar bahwa partisipasi proaktif akan muncul jika pemimpin rapat menahan diri. Dan hasilnya memang cukup bagus. Seluruh partisipan musrenbang begitu semangat (proaktif) memberikan masukan, di samping mengkritisinya. Benar-benar hidup dan hasilnya ada bagi kepentingan daerah dan masyarakatnya,” papar Irwansyah mengenang.

Gaya Irwansyah dalam menghidupkan musrenbang, sejarah mencatat dipantau oleh Pemerintahan Provinsi bahkan Pusat. Atas capaian kualitas musrenbang itu, Kota Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Irwansyah berhasil meraih Anugrah Pangripta Serumpun Sebalai Terbaik I dalam Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2014 Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Anugrah itu disampaikan pada 26 Maret 2014, diserahkan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung H. Rustam Efendi, B.Sc.

Kini, Irwansyah yang berdampingan dengan Aswari Riva`i ditantang bagaimana gaya kepemimpinan dan pengelolaan yang pernah dilakukan di Kota Pangkalpinang dapat ditransformasikan untuk pemeirntahan Provinsi Sumsel. Inilah duet Aswari Irwansyah, dua tokoh muda yang tak bisa disangkal merupakan idaman kalangan milenial.

“Kami yakin, kemampuan dan pengalaman mereka di Pangkalpinang dan Lahat akan bermanfaat nyata. Kami yakin, kemampuan dan pengalaman mereka di Pangkalpinang dan Lahat akan bermanfaat nyata bagi kepentingan daerah dan masyarakat Sumsel,” tukas tokoh nasional yang kini lebih banyak menikmati masa tuanyya di daerah lelihurnya, Sumsel. *** (Abu Haikal)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: