Mengapa Aswari Harus Peduli Jalan Raya?

Mengapa Aswari Harus Peduli Jalan Raya?

Bukan hal baru. Itulah jika kita membicarakan sosok Aswari Riva`i terkait pembangunan jalan raya di Kabupaten Lahat. Sejak dirinya manggung sebagai Bupati Lahat pada 2008 hingga 2018, konsentrasi pembangunan jalan raya memang sangat menonjol. Terlihat bukti pembangunan jalan raya berstatus jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kecamatan hingga jalan pedesaan. Semua itu menjadi realitas pembangunan infrastruktur.

Lalu, apa yang mendorong Aswari berkonsentrasi pada pembangunan jalan raya? Bukankah konsentrasi itu bisa membuat dirinya tidak populer karena minus publisitas?

Bagi Aswari, pupuler dan tidaknya tidak dijadikan persoalan. Dirinya siap tidak populer. Baginya, yang jauh lebih penting dan sangat mendasar adalah bagaimana melakukan tanggung jawab sebagai kepala daerah. Amanah yang diembannya harus ditunjukkan dengan kerja nyata untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin bukan hanya duduk dan menikmati fasilitas semata, tapi harus mengerjakan banyak hal sebagaimana yang dikehendaki banyak elemen masyarakat.

Dalam kaitan itulah, Aswari tampak menelisik sektor mana saja yang dinilai berdampak positif bagi kepentingan rakyat. Itulah sebabnya, pembangunan infrastruktur jalan dipilih sebagai kerangka solusi konstruktif atas persoalan masyarakat Lahat saat itu dan bisa dijadikan modal untuk masa depan.

Yang pertama dilihat adalah pertimbangan ekonomi. Kelancaran arus transportasi dari desa hingga kota di tingkat kecamatan, kabupaten bahkan provinsi akan menjadi faktor penting untuk memobilisasi roda ekonomi. Dengan pendekatan penyediaan infrastruktur yang memadahi, maka arus barang dari sentra-sentra produksi di wilayah-wilayah pedesaan begitu cepat sampai ke arena pasar. Di sanalah, kita saksikan proses peningkatan pendapatan masyarakat, baik sebagai petani, para pihak yang bergantung pada komoditas pertanian, bahkan para awak kendaraan yang mengambil peluang bisnis di sektor angkutan umum.

Mobilitas ekonomi akibat kelancaran transportasi membuat kondisi Lahat tampak hidup. Karenanya, dapat kita pahami ketika wilayah Lahat kian ramai. Masyarakat pedesaan kian terpanggil untuk melakukan kegiatan ke tengah perkotaan. Kondisi ini bagi kaum pelaku ekonomi mendorong dirinya untuk membangun sejumlah sarana perdagangan untuk memenuhi tingkat permintaan obyektif masyarakat.

Sisi lain, pembangunan infrastruktur jalan raya berpengaruh nyata bagi proses mengurangi tingkat kejahatan di wilayah jalanan. Seperti kita ketahui, wilayah Lahat terkenal tidak aman. Dengan pendekatan pembangunan jalan raya yang berstandar baik, maka arus lalu-lintas menjadi lancar. Dan hal ini membuat para kriminal (bajing loncat) tidak leluasa bergerak untuk menjalankan aksi jahatnya. Hal ini ditunjang dengan sistem pengamanan wilayah yang memadahi.

Pertimbangan ekonomi dan keamanan itulah bagi Aswari menjadi dorongan kuat mengapa harus membangun infrastruktur (jalan raya) di tengah Lahat. Yang perlu kita catat sebagai refleksi adalah bagaimana kelak setelah Aswari-Irwansyah memimpin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)?

Kiranya, tidaklah berlebihan jika kedua pemimpin itu justru kian terpanggil untuk membangun infrastruktur itu dalam skala yang jauh lebih luas dan merata. Bukan hanya wilayah perkotaan saja, katakanlah Kota Palembang sebagai Ibukota Provinsi, tapi seluruh kota di Provinsi Sumsel dapat dipastikan akan mendapat perhatian ekstra. Bahkan, jika kita mengacu pada karya nyata pembangunan jalan hingga di wilayah pedesaan Lahat, maka kerangka ini pun pasti akan diterapkan setelah manggung sebagai Gubernur Sumsel. Begitu juga dengan Irwansyah yang juga committed dengan pembangunan infrastruktur sebagaimana yang telah dibuktikan di Pangkalpinang, mak di bawah kedua sosok ini, Sumsel akan tampak hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur jalan raya.

Itulah refleksi positif yang sulit dibantah. Karenanya, Sumsel ke depan akan mencapai derap pembangunan infrastruktur yang memuncak jika Aswari-Irwansyah memimpin Sumsel ini. Sebuah pertanyaan mendasar, inginkah Sumsel menggapai kemajuan yang lebih bersinar? Pasti ingin. Karena itu, tidaklah berlebihan jika Aswari-Irwansyah memang harus dipilih sebagai pemimpinnya, bukan yang lain.

Bismillah.. Suara Anda menentukan nasib atau kondisi Sumsel ke depan. Tepat pilihannya, yakni pasangan No. 2 itu bakal bermunculan kenikmatan dan kemajuan. Salah pilih, maka kondisi buram itulah yang akan menjadi pemandangan Sumsel. Semoga pemandangan buram itu tidak terjadi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: