Mengapa Aswari Harus Pamit dan Mohon Maaf?

Mengapa Aswari Harus Pamit dan Mohon Maaf?

UU Pemilu menegaskan, kepala daerah yang berstatus petahana haruslah cuti ketika dirinya secara resmi tercatat oleh KPU sebagai kontestan. Untuk jabatan kepala daerah yang sama (Bupati-Wakil Bupati/Walikota-Wakil Walikota), atau jenjang yang lebih tinggi (gubernur-wakil gubernur). Dan Aswari Riva`i sebagai sikap ketundukannya terhadap hukum – Bupati Lahat dua periode (2008-2018) ini mengajukan cuti setelah resmi tercatat sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

Pasca cuti resmi sesuai perintah UU itu, Aswari menyelenggarakan acara terbuka bersama seluruh jajaran Pemda Lahat dan masyarakat. Di hadapan khalayak, dirinya pamit, sekaligus minta maaf. Yang perlu kita catat lebih jauh, mengapa harus pamit dan minta maaf?

Itulah kepribadian Aswari yang layak kita catat. Pamitan yang dilakukan karena secara UU memang dirinya harus sampaikan secara terbuka bahwa dirinya tidak bisa menjalankan roda pemerintahan sebagaimana biasanya. Pamitan ini juga dapat diartikan sebagai sikap konsekuen atas dirinya maju ke pilkada dalam rangka menjauhkan diri dari potensi atau kemungkinan menyalahgunakan kewenangannya sebagai pejabat publik.

Itulah sikap profesional seorang birokrat ketika memang harus mengikuti pilkada. Seorang Aswari juga secara langsung atau tidak berusaha ingin tampil bersih dan mengajak siapapun yang mengikuti proses pilkada juga dengan cara-cara yang bersih. Jika prosesnya bersih, maka bisa diharapkan hasilnya juga bersih.

Lalu, mengapa harus minta maaf? Sebagai manusia biasa, pasti ada salah atau keliru. Meski bertujuan baik, tapi tak semua instruksi atau arahannya diterima sesuai tujuannya. Reaksi batiniah ini manusiawi. Dan karena itu sikap minta maaf adalah sikap agamis yang cukup baik.

Perlu digaris-bawahi, permintaan maaf tidak akan membuatnya rendah. Justru, itulah kemuliaan seorang pejabat publik yang rela bertawadlu terhadap siapapun. Dengan minta maaf, justru akan menimbulkan rasa hormat dari lapisan manapun, sehingga potret pejabat seperti itu layak diberi amanah lebih jauh atau lebih besar. Karena itu, Aswari yang kini maju sebagai kandidat Gubernur Sumsel layak didukung. Kepribadian yang mulia menjadi dasar utama pertimbangan. Jangan salah pilih. Untuk Sumsel juoro. Untuk masyarakat Sumsel yang lebih berjaya dan sejahtera.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: