Mengapa Aswari Harus Juga Perkuat Irigasi?

Mengapa Aswari Harus Juga Perkuat Irigasi?

Sebuah kesadaran holistik (menyeluruh). Itulah sikap Aswari dalam membangun wilayah saat menjabat Bupati Lahat. Karenanya, Aswari tidak hanya membangun sektor jalan-jalan raya sebagai bagian infrastrukturnya, tapi juga sektor irigasi. Karenanya, kita layak mempertanyakan, mengapa Aswari harus juga memperkuat pembangunan sistem irigasi?

Logikanya sederhana. Dominasi potensi ekonomi wilayah Lahat, bahkan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) memang sektor pertanian, di samping perkebunan dan sumber daya alam lainnya. Sementara, kebutuhan integral terhadap pendayagunaan sektor pertanian utamanya memang persoalan irigasi. Jika tidak lancar sistem irigasinya, maka akan menjadi malapetaka bagi proses produksi sektor pertanian itu.

Sangat mungkin di hati seorang Aswari bicara, Apa guna membangun jalan raya sampai ke desa, sementara sistem irigasi sebagai faktor penting sistem produksi sektor pertanian diabaikan? Seperti mubadzir. Minimal, tidak akan membuahkan manfaat banyak dari pembangunan jalan-jalan sampai ke pedesaan jika tak dibarengi pembangunan dan pemeliharaan sistem irigasi itu”.

Karena itu, sebagai konsekuensi logis dari wilayah yang berdominasi sektor pertanian, maka perhatian khusus terhadap sistem irigasi adalah satu paket kebijakan yang tak terpisahkan. Dan itulah yang diperlihatkan Aswari saat menjabat Lahat. Kepedulian nyata terhadap posisi strategis irigasi membuat proses produksi sektor pertanian cukup menggembirakan. Dan inilah realitas faktual yang dirasakan kalangan petani Lahat. Peran Bupati yang peduli petani mendorong peningkatan minat masyarakat terjun ke sektor pertanian. Alhasil, mereka merasakan peningkatan posisi kesejahteraannya.

Kini, bagaimana kepedulian seorang Aswari jika kelak memimpin Sumsel? Catatan manis terhadap gerakan ekonomi pertanian semasa menjabat Lahat dapat dikatakan pasti tak akan berubah: sektor pertanian akan menjadi bagian integral yang diperhatikan secara ekstra. Dengan demikian, sistem irigasinya pun akan mendapat alokasi anggaran yang proporsional, bahkan lebih dari itu.

Landasannya sederhana. Komitmen pro kesejahteraan rakyat itulah yang akan mendorongnya mengkaji potensi wilayah. Dan dominasi wilayah yang berbasis pertanian dan perkebunan akan mendorong seorang Aswari dan wakilnya (Irwansyah) akan memoles kebijakan yang demikian konstruktif terhadap kepentingan produksi pertanian. Dan itu berarti akan memaksa peduli irigasi.

Karenanya, peta ekonomi Sumsel ke depan akan tergambar bahwa geliat sektor pertanian akan mengalami peningkatan secara tajam (hiperbolik). Bisa jadi, belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, keluarga besar petani sudah saatnya siap-siap menyongsong era baru pertanian di tengah Sumsel. Janganlah kaget jika Sumsel di bawah kepemimpinan Aswari dan Irwansyah akan mengukir prestasi baru di sektor pertanian. Sumsel akan menjadi lumbung baru sebagai produsen padi. Juga, akan bermunculan reputasi-reputasi baru di sektor perkebunan.

Semua reputasi itu akan terwujud jika masyarakat petani rela bekerjasama sacara politik. Inilah saatnya, petani menentukan sikap politik yang pro dirinya selaku petani. Caranya mudah. Pilih pasangan No.2, bukan yang lain. Inilah saatnya petani menikmati masa keemasan dan itu bukan mimpi atau fatamorgana. Kalangan petani siap menikmati kejayaan itu?

Sekali lagi, hanya pasangan Aswari-Irwansyah yang siap antarkan kalian sebagai petani yang terhormat karena capaian produksinya. Dan itulah berkat sang pemimpin yang memikirkan hal-hal yang mendasar tentang faktor-faktor penting dalam sistem produksi. Itulah sebabnya Aswari juga harus perkuat sistem irigasi di tengah Sumsel.

 

Penulis: Agus Wahid, Analis Sosial-Ekonomi (Cyber House Indonesia)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: