Makna Besar Sang Atlit dan Usahawan

Makna Besar Sang Atlit dan Usahawan

aswaririvai.com – Jauh sebelum memasuki gelanggang politik praktis dan berkuasa, seorang Aswari Riva`i adalah atlit (olahragawan beladiri). Namanya cukup berkibar sebagai atlit kempo. Bukan hanya juara lokal tapi nasional. Bahkan mampu menjurai turnamen kempo level mancanegara. Inilah prestasi yang terukir dan membuat harum nama kampusnya (Universitas Jayabaya), sekaligus nama pemuda Indonesia saat berkompetisi di kejuaraan antarnegara.

Preastasi itu ternyata membawa makna besar ketika seorang Aswari memasuki belantara politik (kekuasaan). Jiwa semangat yang tinggi dan etos menggapai prestasi itu sungguh bermanfaat ketika dirinya mandapat amanah sebagai kepala daerah (Bupati Lahat). Jati diri seorang atlit telah mengantarkan dirinya bekerja begitu maksimal, tanpa lelah demi melayani rakyat. Target hanya satu: daerah yang dipimpinnya harus maju, ada banyak perubahan dibanding kepemimpinan sebelumnya, minimal, dari sisi fisik. Itulah etos yang dulu terus menyala untuk menggapai juara dalam setiap turnamen dan itu dipraktekkan ke dalam kepemimpinan Lahat selama dua periode itu.

Semangat dan tekadnya yang terus menyala itu tentu akan memberikan makna besar bagi kepentingan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini sejalan dengan fakta di lapangan bahwa Sumsel masih banyak yang harus dibenahi secara lebih cepat. Keterpanggilan untuk memenuhi harapan secara cepat, itu pun menjadi karakter seorang atlit. Permainan cepat-cermat, menjadi sumber kemenangan saat berkompetisi. Maka, permainan cepat-cermat itu dalam konteks kepemimpinan wilayah Sumsel menjadi sesuatu yang menggambarkan efektifitas kebijakan. Inilah yang sangat diharapkan masyarakat Sumsel.

Sebagai irama permainan atlit, ia saat bertarung juga harus mampu mengantipasi tindakan lawan, yang diperkirakan akan melumpuhkannya. Kemampuan antisipasi ini dalam hal kepemimpinan menjadi sangat relevan ketika di lapangan menjumpai sejumlah kendala atau reaksi negatif publik. Kemampuannya dalam mengantisipasi, menggambarkan dirinya akan mampu merancang pembangunan dengan menyeluruh, sekaligus mendeteksi dini sejumlah potensi yang diperkirakan akan menimbulkan resistensi (keberatan atau penolakan).

Langkah komprehensif itu sungguh diperlukan dalam menata sistem dan atau tata-kelola pemerintahan. Dan itu sudah dilaksanakan di tingkat Kabupaten Lahat. Kini, bagaimana sifat yang komprehensif itu diterapkan di tengah Sumsel. Pasti akan mengantarkan hasil yang pas (bermanfaat) bagi kepentingan daerah dan penduduk Sumsel.

Kini, kita perlu mengkaji catatan seorang Aswari yang juga seorang usahawan. Seperti yang terurai jauh sebelum manggung sebagai Bupati Lahat, Aswari saat merantau ke Jakarta untuk menimba ilmu ternyata begitu sigap untuk berdagang. Sebagian pelataran Tanah Abang menjadi saksi seorang pemuda yang bernama Aswari pernah banting tulang untuk dagang pakaian. Di tengah terikan matahari yang menyengat, pemuda Aswari menjajakan dagangannya.

Mengapa harus berdagang? Aswari menilai, itulah jawaban atau jalan keluar di tengah keterbatasan ekonominya. Meski orangtuanya terkategori mampu secara ekonomi, namun ayahnya memang sengaja tidak mau memanjakan puteranya, padahal anak bungsu. Pembelajaran ini diakui sebagai penempaan mental bertarung dalam menghadapi kesulitan ekonomi.

Yang dapat dipetik dari pelajaran itu adalah kejeliannya dalam menatap kue ekonomi. Itulah yang mengantarkan dirinya tampil sebagai pengusaha setelah kuliahnya selesai. Aswari tidak mau berkarya sebagai pegawai, tapi justru tampil sebagai pelaku ekonomi, padahal kesempatan untuk menjadi birokrat sangat terbuka saat itu. Alkisah, perjalanan dunia usahanya cukup berhasil. Nama sosok Aswari tercatat sebagai pengusaha konstruksi yang cukup sukses di tengah wilayah Sumsel.

Pelajaran yang berharga dari pengalamannya sebagai pengusaha adalah sistem manajemen yang diterapkan dalam pemerintahan. Tak boleh rugi atau harus untung adalah bagian dari prinsip dasar dari dunia bisnis. Karena itu, Aswari menerapkan sistem bisnis itu ke dalam sistem pemerintahan daerahnya. Arahnya jelas: tata-kelola pemerintahan haruslah efektif, berhasil guna. Hal itu dalam konteks bisnis merupakan buah manis tersendiri (menggapai untung).*** Abu Haikal


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: