Lahat: Latar Peradaban Berkelas Dunia

Lahat:  Latar Peradaban Berkelas Dunia

 

Wilayah Lahat yang berluas 4.361,83 Km2 ini memang bukanlah jantung ibukota negara atau provinsi. Tapi, jika kita tengok sejumlah peninggalan yang terhampar di berbagai titik Lahat, hal itu meggambarkan betapa Lahat sesungguhnya pernah menjadi pusat pemerintahan berkelas “nasional” yang kesohor di berbagai “negara” (kerajaan-kerajaan) ternama di dunia.

Tengok saja peninggalan-peninggalan seperti batu-BATU megalit, menhir, dolmen, batu datar, arca, candi dan situs-situs yang demikian bertebaran, semua itu menunjukkan gambaran tentang kebesaran wilayah Lahat yang dahulu kala pernah eksis kerajaan (pemerintahan) di sana.

Mengutip catatan ahli sejarah (arkeolog) Hardiansyah Ahmad, budaya megalit masuk ke tanah air Indonesia – termasuk bumi Lahat – melalui dua gelombang besar. Petama, yang disebut megalit tua, yang diperkirakan masuk pada tahun 2.500 – 1.500 sebelum masehi (SM). Masa ini ditandai dengan berdirinya batu menhir, undak batu dan patung simbolis menumen (arca). Gelombang kedua disebut magalit muda, yang diperkirakan abad pertama SM hingga abad pertama M.

Sekedar mengenang, menurut Ismed Inunu Singayuda yang melakukan penerlitian sekitar 15 tahun, di Lahat ini tersimpan sekitar 660 candi-candi kecil dan 40 kerajaan. Keempat-puluh kerajaan ini kemudian membetuk sebuah kerajaan besar, bernama Kerajaan Srijaya. Kerajaan ini berlangsung antar abad pertama hingga abad keempat M.

Kemudian muncul kerajaan kedua yang juga tertimbun di wilayah Lahat dan sekitarnya, bernama Kerajaan Sribuana yang berlambangkan burung. Kerajaan kedua ini diyakini para ahli prasejarah bertahan dari abad 4 hingga abad ke 7. Baru kemudian disusul Kerajaan Sriwijaya, yang berdiri dari abad 7 hingga abad 12. Menurut Ismed Inunu, pusat pemerintahan atau Kerajaan Sriwijaya ada di Lahat.

Pandangan Ismed perlu digali lebih jauh, tentu dengan pendekatan temuan bukti-bukti arkeologis. Dan sejumlah temuan warisan-warisan budaya yang ada di Lahat cukup untuk mengantarkan pemikiran bahwa Lahat memang pernah menjadi pusat peradaban dunia. Kita tahu, nama harum Sriwijaya menggema, tidak hanya di tengah Nusantara ini, tapi sampai ke negeri Asia Timur. Kebesarannya bukan hanya karena cakupan wilayah pengaruh kerajaannya, tapi juga perkembangan budaya dan pengetahuan, sehingga tanah Sriwijaya menjadi negeri yang diminati “negeri-negeri” lain yang ingin menuntut ilmu, yang ingin mengembangkan kontak bisnis dan niat-niat lainnya. Subhanallah. Sebagai orang Lahat tentu harus bangga dengan warisan leluhur kita.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: