Isak Tangis dan Peluk Erat-erat Saat Aswari Pamitan

Isak Tangis dan Peluk Erat-erat Saat Aswari Pamitan

Isak tangis dan tersedu-sedu mewarnai banyak orang. Itulah pemandangan saat Aswari menyampaikan perpisahan dengan jajaran Pemda Lahat yang juga dihadiri berbagai lapisan masyarakat. Mereka tampak tak rela atas perpisahan itu, meski disadari bahwa perpisahannya merupakan perintah UU Pemilu sejalan dengan Aswari sebagai perahana dan akan mengikuti pilkada. Ketidakrelaan itu pula yang membuat mereka harus menangis sembari memeluk sang Bupati, bukan sekedar bersalaman.

Yang perlu kita catat lebih jauh, mengapa mereka harus menangis bahkan tersedu-sedu, bukan sekedar berlinang air mata, bahkan harus memeluk erat-erat? Tentu ada alasan yang cukup mendasar. Yaitu, Lahat sejatinya masih memerlukan Aswari untuk memimpin, meski sudah tak mungkin karena sudah menjabat dua kali periode. Keinginan itu tak lepas dari peranannya saat memimpin yang sudah memberikan banyak perubahan Lahat yang lebih baik.

Jika kita telisik lebih jauh, mengapa memeluk sang Bupati erat-erat, bukan sekedar bersalaman? Secara psikologis, semua itu menggambarkan kualitas hubungan atau komunikasi sang Aswari selaku Bupati jauh sebelumnya dengan berbagai elemen masyarakat, apalagi jajarannya.

Kualitas kedekatan itu jelaslah bukan instan. Sebagai orang Timur, pasti ada jarak ketika tiba-tiba merasa dekat lalu memeluknya. Sangatlah tidak mungkin. Karena itu, yang dapat kita baca dari pemandangan isak tangis dan peluk erat-erat seolah-olah tam mau ditinggalkan itu mencerminkan sikap Aswari selama ini dengan jajaran dan masyarakatnya begitu dekat.

Kedekatan itu dalam perspektif managemen pemerintahan justru menjadi kata kunci untuk membangun kebijakan yang efektif. Dan inilah strategi Aswari dalam membangun Lahat selama dua periode lalu. Bagi Aswari, yang terpenting ketulusan dalam menciptakan kedekatan dengan berbagai elemen, bukan pura-pura, apalagi instan.

Kepribadian seperti itu tentu layak diterjemahkan lebih jauh untuk Sumsel yang lebih bercahaya. Inilah saatnya, masyarakat Sumsel bisa memetik atau mencermati kepribadian Aswari di Lahat untuk dipersembahkan ke Sumsel. Untuk kemanfatan lebih besar bagi masyarakat Sumsel itu sendiri. Kini saatnya untuk memilih. Maka, jangan jauh-jauh hatinya dari pasangan Aswari-Irwansyah. Sebuah sikap cerdas dan sadar diri untuk kepentingan Sumsel.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: