Di Bawah Kepemimpinan Aswari-Irwansyah: Era Baru Keemasan Sumsel

Di Bawah Kepemimpinan Aswari-Irwansyah: Era Baru Keemasan Sumsel

Jakarta – Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) haruslah bersyukur. Faktornya, Sumsel melalui pilkada 2018 ini akan hadir pasangan pemimpin muda profesional, progresif, mumpuni, penuh dedikasi dan terbukti berprestasi. Itulah pasangan Aswari Riva`i-Muhammad Irwansyah, yang telah mendaftar ke KPU pada 10 Jauari 2018 kemarin sebagai kontestan menuju Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018-2023.

Seperti kita ketahui, Aswari atau Kak Wari – demikian panggilan akrabnya adalah Bupati Lahat dua periode (2008 2018) yang syarat dengan prestasi. Dedikasinya telah membawa Lahat dalam perubahan besar dan mendasar. Infrastruktur yang digalangnya merupakan upaya percepatan pembangunan ekonomi daerahnya. Dan pendekatan pembangunan infrastruktur sungguh tepat sebagai upaya menjawab kebutuhan obyektif atas permintaan percepatan pembangunan ekonomi.

Prestasi yang terukur olehnya secara empirik akan menjadi modal dasar dalam membangun Sumsel ke depan yang jauh lebih bercahaya. Bukan hanya kemajuan fisiknya semata, tapi masyarakat pun akan merasakan langsung dari buah kemajuannya. Hal ini sejalan dengan komitmen pembangunannya komprehensif, yakni meliputi fisik dan non fisik.

Catatan faktual itulah yang tampaknya dipandang dengan cerdas oleh PKS. Itulah sebabnya, PKS merasa perlu menyandingkan kadernya untuk bersama-sama memimpin Sumsel. Kader pilihannya Muhammad Irwansyah, Walikota Pangkalpinang, yang kini baru memasuki usia 35 tahun. Masih sangat belia, dia terkategori walikota termuda di negeri ini, namun telah mengukir segudang prestasi untuk kepentingan daerah dan masyarakat.

Jika kita buka sejumlah prestasinya sekedar ilutrasi faktual maka kita dapatkan bukti bahwa seorang Irwansyah pada 29 Januari 2014 pernah meraih penghargaan dari Presiden RI melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Penghargaannya terkait dengan catatan Evaluasi Akuntabilitas Kerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2013 dengan Kategori “CC”.

Jika kita analisis secara spesifik, maka penghargaan tersebut tak lepas dari kemampuan sekaligus keberhasilannya dalam menata pemerintahannya. Dia melakukan banyak langkah terhadap lingkungan birokrasinya sebagai bentuk komitmen kuat atas prinsip-prinsip good governance.

Langkah yang diambilnya harus kita catat bukanlah mudah. Sebab, terobosannya pasti berhadapan secara diametral dengan problem mental yang sejauh ini sudah mengakar pada diri PNS. Mengubah mental dari minta dilayani menjadi melayani terkait dengan upaya pengubahan mindset yang sudah tertanam dalam otak bawah sadarnya.

Itulah tantangan kultural yang diakui sendiri oleh Irwansyah perlu kesabaran, strategi taktis agar tidak menimbulkan gelombang resistensi. Irwansyah menyadari, ketika resistensi itu muncul, dampaknya pada kinerja buruk birokrasinya. Karena itu, pendekatan reward system lebih dikedapankan, bukan membersamakan reward and punishment. Dengan reward system, sesama pawai akan berlomba untuk menunjukkan kinerja terbaiknya. Beda halnya dengan punishment system, siapapun yang terkena bukan menyadari, tapi justru melakukan perlawanan. Kondisi itu menjadikan lingkungan birokrasi tidak kondusif dan tentu merugikan. Cita-cita perbaikan birokrasi terkubur.

Pola pikir dan pendekatan yang diterapkan Irwansyah sungguh diperlukan dalam konteks membangun Sumsel ke depan. Dalam hal ini harus kita tegaskan, masyarakat Sumsel perlu menyambut positif karena kehadiran dua tokoh (pemimpin) yang siap mengantarkan keemasan Sumsel. Duet Aswari-Irwansyah akan membawa cahaya keemasan Sumsel. Sharing dan kebersamaan keduanya itulah faktor dominan mengapa Sumsel ke depan akan memancar cahayanya, bukan hanya sampai ke Jakarta semata, tapi akan menerobos dunia. Karena itu, masyarakat Sumsel harus menyambut: marhaban, selamat datang Aswari-Irwansyah (ASRI). Kalian berdua hadir memang demi Sumsel.

Jika seluruh masyarakat Sumsel mendambakan situasi keemasan Sumsel, maka kini saatnya kalian tunjukkan sikap politik: jangan jauh-jauh hatinya lalu tentukan pilihannya pada sosok ASRI itu.Bismillah, demi Sumsel Juoro, kuamanahkan suaraku untuk pasangan Aswari Irwansyah, begitu kira-kira kalbu bersih bersuara.*** (Abu Haikal)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: