Dermaga Di Ruas Sungai Musi

Dermaga Di Ruas Sungai Musi

Sungai besar yang membalah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Itulah Sungai Musi yang cukup dikenal. Bukan hanya lebar dan panjangnya, tapi juga Jembatan Gantung Ampera yang cukup bersejarah, tidak hanya di Sumsel tapi juga wilayah Indonesia ini.

Perlu kita catat, sungai yang demikian besar debit airnya, juga lebar dan panjangnya selama ini relatif terbatas pemanfaatannya. Lebih mengarah pada sumber utama pengisian irigasi ke anak-anak sungai dan irigasi tersier. Haruskah hanya sebatas itu? Tentu, masih bisa dimaksimalkan. Dalam hal ini jalur sungai yang cukup membelah wilayah Sumsel itu bisa dimanfaatkan jauh lebih produktif dan maksimal dalam kaitan transportasi air. Lalu-lintas barang dan manusia bisa memanfaatkan keberadaan Sungai Musi itu.

Konsekuensinya, di beberapa ruas Sungai Musi memang harus dibangun sejumlah titik dermaga. Maka, keberadaan dermaga menjadi penting untuk memperlancar arus transportasi itu. Yang perlu kita catat, keberadaan dermaga di sejumlah titik ruas Sungai Musi menjadi alternatif sekaligus penambah sistem transportasi darat (kereta ataupun kendaraan). Jika alternatif ini dikembangkan, maka ada implikasi yang menarik, yaitu keadaan jalan-jalan raya bisa terkurangi tingkat kerusakan yang selama ini akibat beban yang berlebihan. Hal ini berarti, biaya perawatan jalan raya bisa ditekan secara signifikan. Lebih dari itu, ada implikasi juga dari sisi potensi kemacetan.

Mencermati implikasi langsung atas kehadiran dermaga-dermaga yang perlu dibangung di sejumlah ruas Sungai Musi, maka menjadi mendesak juga pembangunan dermaga itu. Kita juga perlu mencatat lagi, efek samping dari keberadaan dermaga adalah tingkat permintaan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola lu-lintas penggunaannya. Lebih dari itu, akan terjadi efek positif lainnya, yaitu perkembangan kegiatan bisnis di sektar dermaga. Ha ini menjadi dorongan penunjang dari kegiatan OC-OKE yang kini lagi dipersiapkan secara intensif.

Yang tak bisa dipungkiri dari efek samping sistem transportasi Sungai Musi adalah keharusan memelihara sungai, dari sisi kedalaman, pembangunan bibir sungai dan lainnya. Hal ini secara tak langsung akan mendorong aksi bagaimana menciptakan lingkungan yang asri di sepanjang sungai. Maka, sekali lagi, keberadaan dan atau peran sistem tarnsportasi Sungai Musi akan menjadi faktor penting dalam kaitan menumbuh-kembangkan sektor pariwisata. Tidaklah tertutup kemungkinan, sistem transportasi ini demikian diminati masyarakat Sumsel dan lainnya hanya ingin menikmati pemandangan seputar ruas sungai.

Subhanallah, gagasan Aswari-Irwansyah yang akan memanfaatkan Sungai Musi dengan cara membangun dermaga merupakan ide brilian. Sangat berarti bagi kepentingan dunia transportasi publik, di samping makna ekonomi dan pariwisata. Karena itu, gagasan yang sangat baik ini perlu direspons secara meyakinkan. Caranya? Dukung pasangan ASRI itu. Guna mewujudkan gagasan brilian yang multidimensional itu.

Kini, seluruh masyarakat Sumsel layak merenungkan gagasan brilian itu. Semakin memikirkan dengan kritis, akan semakin terbuka pikirannya, lalu terkagum dengan ide kreatif-solutif itu. Seluruh masyarakat Sumsel bakal menikmati suasana baru daerahnya pasca kehadiran dermaga-dermaga di berbagai ruas Sungai Musi. Itulah SUMSEL BARU yang bukan hanya slogan politik, tapi memang akan nyata kehadirannya, bukan impian semata atau fatamorgana.

(Penulis: Agus Wahid, Analis Sosial-Ekonomi dari Cyber House Indonesia – Jakarta)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: