Batu Jadi Emas (Part 1)

Batu Jadi Emas (Part 1)

Mana mungkin batu bisa berubah jadi emas? Mimpi kali ya? Dari struktur alamnya memang beda. Sekalipun dicapur zat kimiawi, pun masih tak mungkin batu bisa berubah jadi emas. Namun, pengalaman menunjukkan, batu yang berserakan di wilayah Lahat Provinsi Sumatera Selatan itu bisa disulap menjadi emas. Kok bisa? Gaimano caranyo? Sulit dicerna dengan akal sehat.

 

(Penulis: Agus Wahid, Analis sosial-Ekonomi Pembangunan dari Cyber House Indonesia)

Ya tentu, emas tersebut bahasa kiasan. Maksudnya, batu yang berserakan itu sesungguhnya bisa dijadikan uang jika dikelola dengan cerdas, kreatif dan serius serta modern. Maka, sesungguhnya batu yang berserakan itu potensi ekonomi yang luar biasa. Dan itulah yang Aswari pikirkan ketika seusai kuliah di Universitas Jayabaya Jakarta pada tahun 1990-an dan pulang kampung lalu melihat batu yang berhamburan di tengah Lahat.

Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) ini pun merenung, mengapa batu-batu itu dibiarkan lama? Yang dia tahu, semua ciptaan Allah bermanfaat. Tentu, termasuk batu. Lalu, dia pun berpikir bagaimana caranyo batu-batu besar yang berserakan itu menjadi uang. Berarti, batu-batu itu harus dipecah-pecah dalam ukuran kecil, kisaran 2 Cm2 yang lebih dikenal batu split. Yang dilihat, pembangunan jalan raya ataupun rumah perlu split. Kalau dikaitkan dengan pembangunan jalan-jalan raya, pasti banyak kebutuhannya, apalagi saat itu pembangunan jalan-jalan raya masih sangat terbatas. Di sinilah dia berpikir lagi. Cara memecahkan batu-batu yang lebih cepat dan hasilnya banyak, ya tidak boleh menggunakan tenaga menusia. Karena itu, satu-satunya cara memecahkan batu agar mendapatkan hasil lebih banyak dan cepat harus dengan mesin pemecah. Maka, kuhadirkan mesin-mesin pemecah batu, di samping mobil-mobil pengangkutnya.

Di satu sisi, pengolahan batu-batu itu memang mendatangkan rezeki yang tidak kecil. Di sisi lain, kuberpikir pembangunan jalan-jalan raya masih sangat terbatas. Hal ini mempengaruhi perlambanan lalu-lintas barang dari desa ke pusat-pusat pasar, atau lalu-lintas barang dari daerah di luar Lahat ke daerah lainnya yang melewati wilayah Lahat. Akibatnya situasi ekonomi masyarakat Lahat terutama kaum petani banyak yang memprihatinkan.

Sikap mencemati lingkungan wilayah ternyata membuahkan hasil yang wow. Dari sisi bisnis, bahan baku batu yang berserakan mudah didapatkan. Tidak perlu menggali. Cukup angkut dan megumpulkan untuk dpecah. Berarti, hanya perlu alat pemecah batu dan kendaraan. Di sisi lain, tingkat permintaan terhadap batu split begitu besar. Bukan hanya Pemerintah Daerah Lahat dan sekitarnya, tapi juga pihak swasta yang juga membangun proyek-proyeknya. Sementara, saat itu tak ada pesaing.

Pendek kata, kreativitas berpikir dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan yang jauh lebih maju. Dan tak dapat dipungkiri, banyak berkah yang kudapat dari upaya mengelola batu-batu yang berserakan itu. Catatan menunjukkan, dalam waktu singkat, usaha di bidang batu ini langsung berkembang. Ada puluhan kendaraan angkut batu, yang setiap harinya tak pernah berhenti untuk mengantarkan pesanan (batu). Juga, mesin pemecah batu yang tak pernah istirahat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: