Aswari Riva’i: Perlu Perhatian Ekstra Untuk Infrastruktur Sekolah

Aswari Riva'i: Perlu Perhatian Ekstra Untuk Infrastruktur Sekolah

Kandidat Gubernur dan atau Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyongsong Pilgub mendatang sudah mulai menampak. Meski, belum definitif, namun sejumlah nama kandidat itu sudah sering diperbincangkan oleh publik. Dari beberapa nama itu, Aswari Riva`i – Bupati Lahat dua periode (2008 – 2018) cukup banyak menyedot perhatian masyarakat Sumsel. Yang menarik untuk dicermati secara spesifik adalah programnya yang relatif beda dengan program-program yang ditawarkan sejumlah bakal calon Gubernur dan atau Wakil Gubernur Sumsel itu.

Di mana titik perbedaanya? Dari awal, Aswari Riva`i mengudarakan tekad tentang Sumsel cerdas-tuntas dan berkualitas, bukan sekedar pendidikan gratis. Tentu, ada landasan filosofisnya. Dan inilah spirit yang harus digali lebih jauh.

“Sumsel cerdas merupakan komitmen yang harus dibangun secara serius”, ujar Aswari di hadapan para wartawan saat blusukan ke sejumlah sekolah di beberapa kabupaten di wilayah Sumsel. Sumsel cerdas – tambahnya – merupakan upaya untuk menggapai sumber daya manusia unggul, yang siap berkompetisi di level lokal, nasional dan bahkan dunia internasional. Inilah keunggulan komparatif-kompetitif yang harus dicapai Sumsel ke depan.

Menyinggung proses mencapai Sumsel cerdas, Aswari menyadari bahwa kondisi infrastruktur lembaga pendidikan di tengah Sumsel ini sangat memerlukan perhatian ekstra. Bagaimana tidak? Ketika sarana dan prasarana lembaga pendidikan tidak memenuhi standar wajar atau normal, maka proses kegiatan belajar-mengajar pasti sangat terganggu. Bagaimana kegiatan pendidikan nyaman sementara tidak sedikit infrastruktur pendidikan di tengah Sumsel itu banyak yang rusak (dari kategori ringan, berat bahkan sangat parah).

Menurut data Dinas Pendidikan Sumsel beberapa waktu lalu, jumlah sarana pendidikan dari tingkat SD, SMP hingga SMA yang rusak mencapai 10.679 ruangan. Sebanyak 6.698 ruangan terkategori rusak ringan. Dan sebanyak 3.999 ruangan terkategori rusak berat (parah). Dan secara spesifik, dapat kita catat bahwa SD yang dalam kondisi rusak ringan mencapai 5.134 ruang. Sebanyak 2.849 ruang rusak berat. Sedangkan untuk SMP, yang rusak ringan ada 1.234 ruang dan yang rusak berat 817 ruang. Sedangkan untuk level SMA atau SMK, dari 4.163 sekolah, yang rusak ringan ada 600 ruang dan rusak berat 333 ruang.

“Data kondisi ruang sekolah yang rusak ringan ataupun yang rusak berat tidak boleh dipandang sebelah mata. Pemerintah Provinsi Sumsel harus ekstra memberikan perhatian untuk merehabnya. Tidak boleh setengah hati. Di sinilah Pemprov Sumsel ke depan harus mampu memperjuangkan porsi anggaran dengan sungguh-sungguh, terutama Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujar Aswari dengan penuh semangat sembari menegaskan bahwa APBD Provinsi juga harus committed untuk alokasikan anggaran khusus porsi anggaran. Tidaklah berlebihan jika Pemprov – untuk kepentingan realisasi misi besar Sumsel cerdas harus mengalokasikan anggaran lebih dari 20%.

Untuk memperkuat langkah memperjuangkan anggaran pro pendidikan itu – tambah Aswari – Pemprov Sumsel ke depan harus menerjunkan tim khusus untuk menyasar data obyektif tentang kerusakan sekolah, secara kuantitatif ataupun kualitatif. Temuan data di lapangan perlu disuguhkan sebagai proposal kepada Kementerian Pendidikan, khususnya. Pendataan ini menjadi krusial agar ketika dilakukan verifikasi memang begitu adanya.

“Kini saatnya seluruh elemen masyarakat bahu-membahu untuk mencapai  mensukseskan agenda rehabilitasi lembaga-lembaga pendidikan. Dalam hal ini masyarakat diharapkan sikap pro aktifnya dalam memberikan informasi kepada tim khusus Pemprov, di samping kerelaan memberikan informasi pengawasannya. Sikap ini semata-mata untuk lancarnya pembangunan dengan standar berkualitas, bukan asal terwujud yang sarat dengan nuansa korupsi. Gelagat-gelagat nakal ini tidak boleh diberi ruang”, ujarnya.*** (Abu Haikal)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *