Aswari Riva’i: Percepat Komputerisasi SMK-SMA

Aswari Riva'i: Percepat Komputerisasi SMK-SMA

Beberapa waktu lalu, sistem ujian nasional harus menggunakan komputer sebagai pengisian jawaban. Sebuah pendekatan sistem yang baik. Namun, hal itu menjadi persoalan besar ketika sekolahnya masih sangat terbatas prasarananya (komputer), baik ketersediaannya ataupun kualitasnya. Implikasinya, para peserta ujian bukan hanya kacau saat ujian itu sendiri, tapi berdampak pada minusnya kualitas capaian ujian para siswa. Dan itulah yang pernah dihadapi para peserta ujian dari anak-anak SMK di Palembang beberapa waktu lalu.

Menanggapi kondisi seperti itu, Aswari Riva`i – Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) – menegaskan, “Haruslah segera lakukan komputerisasi untuk seluruh sekolah yang akan menyelenggarakan ujian itu, baik SMK ataupun sekolah-sekolah lainnya. Dan penyiapannya tidak boleh mendadak saat jelang ujian berlangsung. Untuk menghindari kemungkinan kondisi idle pada perangkat keras (komputer) itu”.

Program yang baik – tambah kandidat Gubernur Sumsel yang kian menaik jumlah pengidolanya ini – haruslah didasarkan perencanaan yang matang, bersifat prediktif, antisipatif dan solutif. Dalam hal ini program komputerisasi merupakan program pengadaan, yang saat itu sudah didata oleh Dinas Pendidikan Sumsel mencapai 3.164 unit dan 93 unit server. Kebijakan ini tentu bertumpu pada kebijakan Pusat. Sejalan dengan perealiasasiannya perlu waktu, maka Dinas Pendidikan Pemprov haruslah mengantisipasi sejumlah kemungkinan kendala. Dari pola pikir ini pula, Pemprov harus segera memformulasi langkah solusi manakala terjadi kendala riil di lapangan, terutama saat ujian berlangsung.

“Untuk dan atau atas nama Sumsel Cerdas-Tuntas dan berkualitas, maka program pengadaan komputerisasi sekolah-sekolah tidak boleh menunggu 100% dari uluran Pusat. Pemprov harus mengambil prakarsa dari sisi anggaran. Juga, dengan kekuatan pengaruhnya, Pemprov bisa menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk program pengadaan komputer itu. Sifatnya hibah”, ujar Aswari yang kian moncer dalam blantika pilkada Provinsi Sumsel ini.

Menurut Bupati Lahat dua periode (2008 – 2018) ini, sikap proaktif Pemprov dalam hal kerjasama dengan swasta dalam kaitan program komputerisasi untuk menjawab kebutuhan mendesak. Kita tak boleh salahkan siswa atau sekolah. Juga, tak boleh salahkan Pusat atas proses komputerisasi yang terlambat atau terkandala waktu. Justru, sebagai Kepala Daerah harus mencari solusi kreatif-proaktif. Goalnya jelas: siswa bisa menjalani ujian dengan tenang. Hasilnya pun – insya Allah – akan jauh lebih berkualitas. Output siswa yang berkualitas inilah yang siap kita bangun lebih jauh tentang SDM Sumsel yang cerdas, sehingga mereka bisa diharapkan untuk menatap prospeknya yang lebih baik, di tengah Sumsel itu sendiri, atauppun ketika berkompetisi di daerah-daerah lain.*** (Abu Haikal)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: