Aswari Riva’i: Kita Ambil Hikmah Dibalik Musibah

Aswari Riva'i: Kita Ambil Hikmah Dibalik Musibah

Lahat – Siapun tak menghendaki musibah. Begitu juga, keluarga dari Kelurahan Kota Baru (Lahat) ini juga tak kehendaki kebakaran yang melahap rumahnya. Namun, di balik musibah itu pasti ada makna (hikmah) sebagai pelajaran berharga, baik dari keluarga yang tertimpa musibah, ataupun orang lain. Lalu, bagaimana menurut Aswari Riva’i?

“Bagi kami – sesuai landasan agama yang ku yakini – pasti ada hikmah di balik peristiwa (musibah) itu. Allah ingin sampaikan pesan tertentu melalui musibah itu. Dan itu, bukan hanya kepada yang terkena musibah itu semata, tapi kepada seluruh pihak,” ujar Aswari Riva’i mengomentari peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah ototitasnya (Lahat), pada 30 Desember.

Pesan itu – lanjut Aswari – sesungguhnya merupakan pelajaran berharga dan karenanya harus diambil dengan penuh kesadaran. Bagi yang terkena musibah, makna yang relatif dekat adalah kehati-hatian dalam hal apapun. Sikap kehati-hatian ini Insya Allah akan menjadikan dirinya selalu ingat dan terus berusaha waspada terhadap potensi kebakaran berikutnya. Kewaspadaan ini pada akhirnya menjadi bekal untuk selamatkan diri dari musibah (kebakaran) yang mungkin akan terjadi lagi.

“Pesan atau pelajaran tersebut sesungguhnya juga bukan hanya untuk keluarga yang terkena musibah semata, tapi siapapun yang menyaksikan. Dengan demikian, para pihak yang menyaksikan itu pun digiring untuk tumbuh kesadaran bagaimana caranya menghindari bahaya kebakaran,” papar Aswari lagi sembari menjelaskan bahwa peristiwa itu pun bermakna penting dan mendasar bagi prinsip kemanusiaan. Yaitu, menggerakkan jiwa empati para pihak yang ada di sekitarnya.

Dan kita masih bersyukur – papar Aswari lagi – masyarakat kita, di Lahat atau di wilayah-wilayah lainnya, masih begitu kuat empatinya. Begitu lihat peristiwa kebakaran, secara spontan, banyak orang yang terus berdatangan dan berbuat apapun yang bisa mengurangi amukan api bahkan  sampai pada tindakan memadamkan. Kepedulian itu sungguh penting untuk dipelihara atau dirawat. Inilah empati kemanusiaan.*** (Abu Haikal)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: